godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Beranda / Artikel / Mauizhah / 3 hal pemupuk perdamaian menurut Gus Mus

3 hal pemupuk perdamaian menurut Gus Mus

Jakarta-Numuda.com

Bangsa Indonesia berdasar atas Ketuhanan Yang Esa seperti tertuang dalam dasar negara Pancasila. Hal itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beriman sesuai ajaran agamanya masing-masing.

Terkait dengan orang-orang beriman ini, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menekankan bahwa sudah sepatutnya seorang hamba yang beriman saling menghormati satu sama lain meski berbeda agama dan keyakinan.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengungkapkan tiga hal yang harus dilakukan sesama hamba beriman agar tercipta persatuan, kesatuan, dan suasana damai dalam kehidupan berbangsa.

“Sesama hamba beriman, kita mesti saling mengingatkan, saling memaafkan, dan saling mendoakan,” ujar Gus Mus yang diungkapkan melalui akun twitter pribadinya, @gusmusgusmu, Jumat (21/7).

Di tengah problematika agama, ekonomi, sosial, budaya, dan politik yang tak henti mendera bangsa ini, lewat pesan tersebut Gus Mus ingin mengajak seluruh masyarakat beriman di negeri ini untuk bahu-membahu menciptakan kondisi yang lebih baik di segala lini kehidupan.

Ungkapan tersebut juga Gus Mus sampaikan di tengah ironi masyarakat beriman di Indonesia yang justru kerap menumbuhsuburkan praktik-praktik kekerasan, kebencian, dan intoleransi atas nama agama.

Seperti biasanya, taushiyah singkat Gus Mus yang diberi tajuk #TweetJumat tersebut mendapat ribuan respon dari para pengikut (follower)-nya di twitter yang kini berjumlah 1.107.719 follower.

Beragam tanggapan atau balasan pun meluncur di akunnya, baik berupa doa, harapan, dan pesan balik yang ditujukan kepada Rais Aam PBNU 2014-2015 ini. Hingga berita ini ditulis, #TweetJumat Gus Mus tersebut mendapat 1302 suka, 1201 retweet, dan 70 balasan (reply). (Fathoni)

Lihat Juga

Kisah KH Umar Mangkuyudan dan Bayi Kecil

Malang -(numuda.com) Suatu ketika ada salah satu cucu Kiai Umar bin Abdul Mannan asal Mangkuyudan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *