godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Beranda / Aswaja / Ziaroh Haji, Apa Ada Anjurannya?

Ziaroh Haji, Apa Ada Anjurannya?

Memasuki awwal Muharram sebagai pertanda  datangnya Tahun Baru Hijriyah 1433, berarti musim haji 1432 H atau 2011 M hampir usai. Tentunya, saat ini ada sebagian jamaah haji yang telah menyempurnakan ibadah wajib dan sunnahnya, namun ada juga yang masih menyisakan beberapa amalan yang semestinya harus diselesaikan, tetapi memilih diakhirkan karena hal itu diperbolehkan dalam syariat Islam.

Jamaah haji yang selesai melaksanakan ibadahnya secara sempurna, ada di kalangan mereka yang telah pulang ke negaranya masing-masing, namun ada pula yang masih tinggal di Saudi Arabiyah untuk menunggu giliran transportasi yang akan memulangkan mereka, sehingga ada kesempatan untuk memuas-muaskan diri menikmati situasi keberkahan kota suci Makkah.

Tidak sedikit pula di antara mereka yang saat ini berada ke kota suci Madinah untuk berziarah ke makam kuburan Nabi SAW dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah lainnya yang dianjurkan oleh syariat untuk diziarahi, seperti pemakaman syuhada Uhud, masjid Quba, masjid Qiblatain dan sebagainya.

Dari sekian banyak jamaah haji tahun ini, ada yang sedang proses pemulangan, bahkan ada yang telah pulang dan sampai ke rumahnya masing-masing, hingga mereka dapat berkumpul dengan keluarga dan handai taulannya.

Para keluarga, tetangga dan handai taulan pun berduyun-duyun mendatanginya, guna berziarah haji untuk mengharapkan keberkahan doanya. Karena kesucian orang yang selesai melaksanakan ibadah haji secara sempurna, diibaratkan oleh Nabi SAW bagaikan seorang bayi yang baru lahir dari rahim ibunya, yang tentunya memiliki lembaran baru dalam hidupnya yang masih putih dan bersih, yang jika berdoa kepada Allah niscaya dikabulkan doa-doanya itu.

Nabi SAW bersabda : Allahummaghfir lilhaajji waliamanistaghfara lahul haajju (Ya Allah, ampunilah orang yang melaksanakan ibadah haji dan orang yang dimintakan (didoakan) ampunan kepada Allah oleh jamaah haji) HR. Baihaqi.

Dari Abu Musa Al-asyari beliau mengatakan : Orang yang haji itu dapat memberi syafaat (kemanfaatan doa dan pahala) pada 400 orang dari keluarganya. (HR. Abdur razzaq dalam kitab Musnadnya). Sedangkan dalam riwayat Almundziri disebutkan : Barang siapa datang dari berhaji karena Allah taala maka ia akan diampuni oleh Allah, dan dapat memberi syafaat kepada orang yang didoakannya) .

Sayyidina Umar RA menerangkan bahwa sabda Nabi SAW di atas ini, yaitu pemberian ampunan Allah bagi jamaah haji dan orang yang didoakan oleh jamaah haji ini, berlaku mulai selesai menyempurnakan ibadah haji pada sisa bulan Dzul hijjah, ditambah Muharram, Shafar dan 10 permulaan di bulan Rabiul awwal, sebagaimana yang dinukil oleh Imam Ibnu Syaibah. Dalam kitab Al-iqdus Tsamin karangan Syeikh Alhudraw.

Konon Sayyidina Abdullah bin Umar RA menganjurkan : Jika kalian menemui jamaah haji, maka ucapkanlah salam dan berjabattanganlah serta mintalah kepadanya untuk membacakan istighfar bagi kalian sebelum ia masuk pintu rumahnya. (HR. Ahmad, dalam kitab Musnadnya).

oleh : K.H Lutfi Bashori

Lihat Juga

KISAH ULAMA DAN PEMIMPIN

Dikisahkan ada seorang ulama bernama Al Imam Abdurrahman bin Muhammad Al Jufri, murid dari Al …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *